Posts Tagged With: konvoi

Sholat Jamak dan Qoshor Bagi Muslim Bikers

dari Blog temen dicopas apa adanya dengan sedikit editan untuk pointer..

Sumber :  1. Eramuslim
                    2. Panduan Mudik – Dakwatuna
A.Pengertian
-Sholat qoshor adalah meringkas shalat dari 4 (empat) raka’at menjadi 2 (dua) raka’at.
- Sholat jama’ adalah mengerjakan 2 (dua) sholat fardlu dalam satu waktu. Jika dikerjakan pada waktu yang pertama disebut jama’ Taqdim dan jika dikerjakan pada watu sholat yang kedua disebut jama’ ta’khir.
B.Syarat sholat qashar ada 7 (Tujuh) :
1.Bepergian yang bukan karena tujuan maksiat.
2.Jarak perjalanan mencapai 16 (enam belas) farsakh (ada ulama’ yang mengatakan 88 Km, 80 Km, 64 Km, 94,5 Km, dan lain-lain).
3.Sholat yang dilakukan adalah sholat ada’ (sholat yang dilakukan pada waktunya) ataupun sholat qodlo’ (sholat yang dilakukan di luar waktunya) yang terjadi dalam perjalanan, bukan sholat yang ditingalkan di rumah.
4.Niat qoshor (meringkas sholat) dilakukan ketika takbirotul ikhrom
5.Tidak bermakmum kepada orang yang sholat sempurna (4 roka’at).
6.Dilakukan masih dalam perjalanan.
7.Bepergian dengan tujuan yang jelas.
( misalnya menjenguk keluarga yang sakit, mencari nafkah, ustadz ceramah di masjid, dan lain-lain – salim)
C.Syarat jama’ taqdim ada 5 (Lima) :
1.Mendahulukan sholat yang pertama (dhuhur atau maghrib).
2.Berniat jama’ taqdim pada sholat yang pertama (dhuhur atau maghrib).
3.Muwalah/ terus menerus (antara sholat yang pertama dan kedua tidak terpisah oleh waktu yang lama kadar 2 (dua) roka’at).
4.Dilakukan ketika masih dalam perjalanan.
5.Kedua sholat yakin dilakukan pada waktu sholat yang pertama.
D.Syarat jama’ ta’khir:
Berniat jama’ ta’khir ketika masuknya waktu sholat yang pertama (Dhuhur dan Maghrib).
Catatan :
-Diperbolehkan untuk menggabungkan antara jama’ dan qoshor sholat.
-Tidak disyaratkan tartib dan niat pada waktu sholat yang awal.
TAMBAHAN DR LORA ZAIN:
TTG SYARAT KEBOLEHAN JAMAK-QASHAR:
–>Seseorang boleh menjamak-qashar shalatnya setelah melewati batas desanya.
–>Jika seseorang mengadakan perjalanan, lalu dalam perjalanannnya ia melewati daerahnya lagi, maka ia tidak boleh menjamak-qashar, sampai ia keluar lagi dari batas desanya.
Tentang TUJUAN PERJALANAN:
–>Jika seseorang mengadakan perjalanan semata-mata bertujuan tamasya/rekreasi, maka ia tidak boleh menjamak-qashar.
(begini kan umumnya tamasya? :roll:
TTG STATUS MUSAFIR:
–>Seseorang dihukumi lepas dari status musafir (sehingga tidak boleh jamak-qashar) dengan salah satu dari 3 sebab:
1) Sampai kembali ke batas desanya.
2) Tiba di tempat tujuan yang berniat tinggal di situ selama 4 hari 4 malam atau lebih selain hari datang-pulang.
3) Berniat mukim/menetap di satu tempat secara mutlak (tanpa di batasi waktu).
Wallahu a’lam bishawab,
penulis
Sumber :  1. Eramuslim
                    2. Panduan Mudik – Dakwatuna
Categories: Dakwah, roda dua | Tags: , , , , , , , , , , , , , , | 12 Komentar

Beginilah Seharusnya Muslim Bikers

Assalamualaikum wr wb,
sedikit tausiyah pagi :), dari facebook tetangga

Siapa bilang shalat harus pakai sarung, koko, peci, dan sajadah? Siapa bilang shalat itu dominasi kyai, ustadz, dan santri? Shalat itu kewajiban setiap Muslim, tanpa kecuali.

”Maka dirikanlah shalat itu sesungguhnya shalat itu adl kewajiban yg ditentukan waktunya atas orang-orang yg beriman.”

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Telah dijadikan untukku (dan untuk umatku) bumi sebagai masjid dan sarana penyucian diri.” (HR Bukhari dan Muslim melalui Jabir bin Abdullah).

Categories: Dakwah, roda dua | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 55 Komentar

Blog pada WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 153 pengikut lainnya.